Cara menguburkan kucing

Cara Menguburkan Kucing

Diposting pada

Bismillahirrahmanirrahim, Cara menguburkan kucing – Kucing adalah hewan peliharaan yang banyak orang suka. Selain wajahnya yang lucu dan menggemaskan, tingkahnya juga menjadi hiburan tersendiri disaat pikiran lagi stress. Hewan ini, bagi sebagian umat Islam juga sangat dihargai. Karena kucing adalah hewan yang disayangi oleh Nabi Muhammad.

Semua hewan yang ada di dunia ini pasti mati, termasuk kucing kesayangan kita. Matinya seekor kucing bisa disebabkan beberapa hal. Bisa karena terkena penyakit atau bisa juga kecelakaan, semisal tertabrak kendaraan. Secara umum usia kucing ada di kisaran 10-15 tahun saja, sehingga jika memelihara kucing perlu dipersiapkan psikologisnya bakalan ditinggal hewan menggemaskan ini.

Saat melihat kucing mati, ada wawasan yang jarang kita ketahui dengan benar, yakni bagaimana cara menguburkan kucing. Banyak orang yang menguburkan kucing yang telah mati terkesan asal mengubur saja. Padahal ada hal-hal yang perlu diperhatikan agar bangkai kucing tidak menimbulkan masalah.

Bahkan beberapa kasus, kucing yang mati tersebut hanya dibuang begitu saja. Di artikel ini, kami akan ulas secara lengkap bagaimana cara mengubur kucing yang benar.

Penyebab Kucing Mati

Namun sebelum Sudut Kebun membahas lebih detail terkait menguburkan kucing yang mati, ada baiknya sekilas perlu kamu ketahui beberapa sebab kucing mati.

1. Tertabrak kendaraan

Kasus ini yang paling sering terjadi. Kucing berjalan di tengah jalan dengan banyaknya kendaraan yang melintas, maka bisa sangat potensial salah satu kendaran tersebut menabrak si kucing. Tidak jarang juga banyak orang yang memilih hanya menyingkirkan atau memindahkan bangkai kucing ke tepi jalan. Padahal jika tidak dikuburkan akan ada persoalan lain seperti bau yang menyengat hingga menjadi sumber penyakit.

2. Sakit

Memang biasanya untuk kucing peliharaan, soal kesehatan akan lebih terkonrol daripada kucing liar. Namun jika penyakitnya itu terkait jantung, maka secara penampakan pun tidak terlihat. Si kucing bisa saja mati mendadak karena serangan jantung.

Cara Mengubur Kucing

Lantas bagaimana cara menguburkan kucing yang mati baik karena kecelakaan maupun karena sakit? Berikut ulasannya.

1. Pastikan Sebab Kematian

Jika melihat ulasan di atas, ada dua sebab utama kucing meninggal. Pertama adalah kecelakaan atau tertabrak dan yang kedua adalah karena sakit. Jika dikarenakan tertabrak, maka memungkinkan darah kucing banyak yang keluar. Sehingga kamu perlu menyiapkan beberapa perlengkapan seperti kain atau bahkan air untuk menghilangkan noda darah pada tubuh kucing maupun jalan atau aspal yang menjadi lokasi kucing tertabrak.

Dan jika karena sakit, maka kamu perlu mengetahui penyakit yang menyebabkan kucing mati apakah menular atau tidak. Jika penyakit menular, perlu kamu siapkan perlengkapan yang pada intinya bisa mencegah kamu terinfeksi penyakit menular tersebut.

2. Pastikan Lokasi Mengubur Yang Tepat

Jika yang mati adalah kucing peliharaan kamu, maka lokasi dekat rumah adalah tempat yang tepat untuk menguburkannya. Halaman rumah baik depan maupun belakang bisa kamu gunakan sebagai tempat mengubur kucing. Pastikan cukup jauh dengan sumur air tanah agar tidak membuat air sumur menjadi bau.

Namun jika kamu mendapati seekor kucing jalanan atau liar yang mati, maka solusinya adalah mengubur di dekat lokasi jalan tersebut. Tetap pastikan tanah yang menjadi area penguburan kucing adalah tanah umum atau jika memang ada pemiliknya, izin terlebih dahulu lebih baik. Sebab tidak sedikit orang yang enggan tanahnya digunakan untuk mengubur jasad si hewan imut ini karena berbagai alasan.

3. Perhatikan Kedalaman Galian Lobang

Mengapa hal ini perlu diperhatikan? Karena jika kurang dalam, dapat dipastikan bangkai kucing dalam beberapa hari bisa menimbulkan bau yang tidak sedap. Dan dapat menjadi sarang penyakit yang bisa mengenai orang yang ada disekitar kuburan kucing.

Buatlah lubang kuburan dengan ukuran panjang 1,5 kali dari panjang kucing. Untuk lebarnya, pertimbangkan panjang kaki kucing atau tinggi badan kucing. Hal ini dikarenakan kucing yang mati biasanya dalam posisi terbaring dengan keempat kakinya lurus atau tidak ditekuk. Ukuran rata-ratanya bisa mencapai 50-60 cm.

Sedangkan untuk kedalaman galian, minimal 30 cm atau lebih dalam dari itu lebih baik. Jika saat penggalian terdapat air tanah yang ada di lubang galian, maka kuraslah terlebih dahulu hingga tanah tampak lebih kering. Ini dimaksudkan untuk memudahkan saat menguburkan si kucing.

Adanya air juga mempengaruhi kedalaman galian, yang tadinya benar 30 cm, namun karena ada air bisa menjadi kurang dari 30 cm dan ini bisa berdampak naiknya bau jasad kucing yang membusuk keluar tanah.

4. Beri Alas atau Bungkus Pada Jasad Kucing

Sebelum kucing dimasukkan ke lubang galian, perlu kamu beri alas berupa dedaunan yang masih segar. Diutamakan daun-daun dengan luas permukaan yang besar, seperti daun pisang. Hal ini cukup penting sebagai salah satu cara meminimalisir bau bangkai kucing sekiranya kedalaman galian dirasa kurang.

Selain faktor kedalaman, yang menimbulkan bau tak sedap juga dikarenakan kepadatan tanah yang rendah sehingga bau dapat keluar tanah dengan mudah. Jika kamu tidak menemukan dedaunan, kamu juga bisa menggunakan kain bekas untuk membungkus seluruh badan kucing layaknya kain kafan pada jenazah manusia.

Jika matinya kucing dikarenakan tertabrak kendaraan, maka otomatis si kucing mengeluarkan darah yang tidak sedikit. Kain sangat berguna untuk membungkus dan memastikan darah tidak berceceran dimana-mana. Ini adalah cara menguburkan kucing tertabrak yang sangat tepat.

5. Timbun dan Padatkan Tanah

Setelah kucing dibaringkan di alas dedaunan atau dibungkus dengan kain terlebih dahulu, timbunlah lubang galian dengan tanah. Jangan lupa padatkan tanah agar tidak menimbulkan bau tak sedap yang biasanya keluar beberapa hari kemudian. Tambahkan tanah selain bekas galian tadi sebagai bahan tambah untuk memadatkan kuburan si kucing.

6. Berikan Tanda Pada Kuburan Kucing

Setelah kuburan kucing telah ditimbun dan dipadatkan tanahnya, cara mengubur kucing yang beretika adalah dengan memberikan tanda pada kuburannya. Mengapa harus diberikan tanda? Karena jika ini kucing peliharaanmu yang kamu kubur di pekarangan rumah, tentu penanda sangat penting agar kalian bisa mengingat pernah memiliki teman dekat yang menggemaskan.

Dan jika ini adalah kucing liar yang anda kubur di tanah lapang, maka sebagai penanda kepada orang-orang yang lewat jika ada jasad kucing didalamnya. Sehingga jika ingin menggali misalnya untuk mencari cacing tanah atau keperluan menanam pohon, perlu dipertimbangkan adanya jasad kucing di dalam tanah.

Tanda akan adanya kuburan si kucing bisa berupa batu nisan atau mungkin kerikil yang ditata rapi. Prinsipnya bisa menunjukkan adanya makam kucing di situ.

Walaupun kucing hanyalah hewan, namun kita sangat perlu menghargainya sebagai makhluk ciptaan Tuhan. Memberikan penghormatan dengan cara menguburkan kucing dengan baik adalah perbuatan yang baik kepada sesama makhluk. Apalagi kucing ini adalah hewan peliharaan yang sangat kamu sayangi, maka tidak salah jika memperlakukannya layaknya teman.

Terima kasih telah membaca artikel di Sudut Kebun, sampai jumpa pada artikel selanjutnya, dan semoga bermanfaat.