Cara ternak kelinci

Cara Ternak Kelinci

Diposting pada

Bismillahirrahmanirrahim, Cara ternak kelinci – Kelinci adalah salah satu dari beberapa hewan yang dikenal ramah dan lucu. Hal seperti itulah yang menjadikan kelinci menjadi pilihan banyak orang untuk dipelihara. Namun pemeliharaan terhadap kelinci tidak hanya untuk kesenangan atau hobby, tetapi saat ini mulai marak orang-orang beternak kelinci untuk kemudian dijual kembali.

Secara umum ternak kelinci terbagi menjadi dua kategori atau besaran.

Pertama adalah ternak kelinci pedaging, dimana nantinya dari kelinci ini hal yang paling dimanfaatkan adalah dagingnya. Sekarang ini di tempat-tempat wisata sudah banyak sekali kedai makanan yang menyajikan hidangan dengan bahan dasar daging kelinci.

Dan yang kedua adalah ternak kelinci hias, tujuannya jelas untuk dirawat di rumah sebagai sarana menghilangkan stress.

Cara Beternak Kelinci Untuk Usaha Yang Pemula

Pada kesempatan kali ini, Sudut Hewan akan menjelaskan secara komplit bagaimana cara ternak kelinci yang baik dan benar. Dan ini sangat cocok untuk kamu yang masih pemula untuk usaha ternak kelinci, baik kelinci hias maupun pedaging.

1. Siapkan Lahan Untuk Beternak

Jika kamu memiliki modal yang cukup besar untuk membeli sebidang tanah untuk peternakan kelinci, maka hal ini sangat bagus. Namun bagi kamu yang tidak memiliki cukup modal untuk melakukan itu, maka ada cara yang bisa kamu lakukan. Yakni menggunakan pekarangan rumah sebagai lahan untuk beternak kelinci.

Namun perhatikan juga paparan sinar matahari, jangan sampai terhalangi tembok rumah sehingga kandang kelinci tidak mendapatkan sinar matahari yang cukup. Situasi demikian akan menjadikan kandang memiliki kelembaban yang tinggi sehingga menyebabkan tumbuh suburnya kuman, bakteri bahkan jamur yang nanti malah membahayakan si kelinci.

2. Perhatikan Ukuran Kandang

Memperhatikan besar kecilnya ukuran kandang adalah salah satu cara ternak kelinci yang baik. Kelinci adalah hewan yang cukup lincah, sehingga secara umum membutuhkan ruang gerak yang cukup luas. Beberapa literature tentang ternak kelinci menyarankan ukuran kandang adalah 3 kali lebar dari kelinci.

Masing-masing jenis kelinci tentu memiliki ukuran tubuh yang berbeda-beda. Namun, kelinci pedaging memiliki ukuran tubuh yang lebih besar daripada kelinci hias.

3. Memilih Bibit Kelinci Berkualitas

Secara sederhana identifikasinya cukup mudah. Jika kamu ingin beternak kelinci tipe pedaging, maka pilihlah anakan kelinci yang memiliki bulu pendek. Sebaliknya jika yang ingin kamu ternak adalah kelinci tipe hias, maka pilihlah anakan yang memiiki bulu panjang.

Selain itu perhatikan beberapa hal seperti harus terlihat aktif, memiliki mata yang bersih, sedang dalam kondisi tidak sakit, tidak ada cacat, dan warna bulu tidak kusam.

4. Membedakan Kelinci Jantan Dan Betina

Hal ini sangat penting untuk kamu yang memang ingin beternak kelinci untuk usaha. Kelinci jantan memiliki ciri-ciri diantaranya kepalanya berbentuk lebih kotak atau balok, ukuran badan jika dibandingkan dengan kelinci betina lebih kecil, memiliki tonjolan p*n*s di atas an*s dan dalam kondisi suhu panas akan terlihat tonjolan testikelnya dengan jelas.

Sedangkan kelinci betina memiliki ciri diantaranya kepalanya lebih mirip bola, ukuran badan yang lebih besar, lebih bersifat agresif dan diatas an*snya terlihat v*gin*nya.

5. Cara Mengawinkan Kelinci

Cara ternak kelinci yang satu ini harus kamu pahami karena berhubungan erat dengan perkembangbiakkan si kelinci.

Yang pertama adalah soal usia, dimana kelinci dikatakan sudah siap untuk kawin adalah saat usianya menginjak 8 bulan. Kedua, terjadi perubahan tingkah laku yakni menjadi lebih gelisah dari biasanya. Ketiga, terjadi perubahan warna pada vulvanya, yakni menjadi lebih ke warna merah jambu. Jika kelinci kamu sudah memiliki ciri-ciri di atas, maka tandanya sudah siap untuk dikawinkan.

6. Cara Mengetahui Tanda Kehamilan Kelinci

Setelah dilakukan proses perkawinan, maka besar harapan para peternak kelinci adalah melihat kelinci kita berhasil hamil. Adapun ciri atau tanda kelinci hamil, diantaranya sbb:

  • Porsi makan cenderung meningkat,
  • Tingkah laku akan lebih sensitive dan agresif dari biasanya,
  • Terlihat secara langsung ada perubahan pada perut kelinci yang makin membesar,
  • Ada perilaku membuat sarang, jika ini terjadi maka sekitar 2-3 hari lagi kelinci akan melahirkan.

7. Cara Merawat Anak Kelinci Yang Baru Lahir

Anak kelinci yang baru lahir sangatlah rentan, baik terhadap perubahan suhu lingkungan maupun terhadap para predator. Induk kelinci kecenderungan tidak begitu intens dalam menjaga anak yang baru dilahirkannya.

Faktanya adalah hanya memberikan waktu sekitar 5 menit dalam sehari untuk memberikan susu kepada anak-anaknya. Untuk itu, kamu harus memperhatikan perawatan anak kelinci. Beberapa wawasan yang perlu kamu ketahui terkait cara merawat kelinci yang baru lahir adalah sbb:

  • Siapkan tempat yang nyaman untuk tidur anak kelinci. Kamu bisa menggunakan kain atau jerami sebagai alasnya agar anak kelinci terhindar dari suhu dingin dan panas,
  • Selalu bersihkan kandang secara teratur karena anak kelinci sangat rentan terhadap serangan kuman dan bakteri yang berasal dari kandang yang tidak terjaga kebersihannya,
  • Jika anak kelinci yang dilahirkan cukup banyak, maka kamu perlu mencarikan susu untuk anak kelinci ke indukan lainnya. Hal ini dikarenakan susu yang ada pada induk kelinci biasanya tidak akan cukup sehingga salah satu anak kelinci bisa terlihat paling lambat pertumbuhannya.

8. Memperhatikan Makanan

Ini adalah salah satu tips atau cara ternak kelinci untuk pemula. Makanan adalah faktor yang penting dalam mempengaruhi perkembangan kelinci.

Jika makanan yang diberikan kurang nutrisi atau salah dalam memberikan makanan, maka bisa dipastikan si kelinci akan kekurangan nutrisi dan mudah sekali sakit, usaha ternak kamu pun akan terancam.

Makanan yang umum dan sangat disukai oleh kelinci diantaranya adalah daun paprika, wortel beserta daunnya, selada, kubis, seledri, brokoli, daun pepaya, pepaya, ubi jalar, pear dan juga buah pisang. Semakin beragamnya makanan yang kamu berikan kepada kelinci, maka semakin terjaga asupan gizi kelinci ternak kamu.

9. Jauhkan Dari Bising

Wawasan cara ternak kelinci berikutnya adalah hindarkan kandang kelinci dari lingkungan yang bising. Ternyata lingkungan yang bising cukup berpengaruh terhadap suasana mental kelinci yang kita rawat.

Kelinci kita bisa terkena stress, dan kelinci yang stress biasanya tidak berumur panjang. Dampaknya usaha ternak kelinci kita bisa bangkrut. Sehingga kamu perlu menjauhkan lokasi ternak kelinci dengan lingkungan yang bising. Dan memang daerah pedesaan adalah yang paling cocok untuk usaha ternak kelinci dibandingkan perkotaan.

10. Kapan Panen Kelinci

Panen yang dimaksud adalah kapan kelinci bisa dijual untuk disantap bagi ternak kelinci pedaging, dan kapan kelinci bisa dijual untuk dipelihara bagi kelinci hias.

Untuk panen kelinci pedaging bisa dimulai saat kelinci dalam usia 3,5 bulan atau memiliki berat kurang lebih 2,5 kg. Sedangkan untuk kelinci hias, masa panen relative bebas. Karena tergantung permintaan pasar, jika pasar ingin memeliharanya mulai kecil, ya bisa mulai dijual di usia 1-2 bulanan.

Demikian cara ternak kelinci untuk usaha yang dapat kami ulas untuk kamu. Beternak kelinci sangatlah menguntungkan, baik sebagai hewan hias maupun pedaging. Hal ini dikarenakan tingkat reproduksi dari kelinci sendiri termasuk sangat cepat. Sekali melahirkan, kelinci bisa melahirkan 8-12 ekor anak kelinci. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *