Cara ternak ayam petelur rumahan

Cara Ternak Ayam Petelur

Diposting pada

Bismillahirrahmanirrahim, Cara ternak ayam petelur – Telur merupakan salah satu komoditas pangan yang paling sering di konsumsi. Selain karena kandungan proteinnya sebagai lauk pauk yang baik untuk kesehatan, telur juga dapat dijadikan lahan usaha dalam pembudidayaannya.

Telur dihasilkan langsung oleh jenis ayam petelur yang dapat dengan mudah didapatkan bibitnya. Dengan menyediakan lahan khusus yang agak luas, kamu bisa melakukan budidaya ayam petelur langsung dari pekarangan rumah. Biasanya budidaya telur ini dibuat dalam skala kecil atau yang sering kita sebut dengan ternak ayam petelur 100 ekor. Jumlah tersebut adalah jumlah yang terbilang tepat untuk pemula dan masih dapat ditangani dengan baik.

Cara Ternak Ayam Petelur Yang Benar

Cara ternak ayam petelur pemula

Adapun beberapa tahapan yang harus dipersiapkan untuk memulai ternak ayam petelur, yaitu:

1. Pemilihan Bibit Ayam Petelur

Hal yang paling penting dalam budidaya ayam petelur adalah menentukan bibit ayam petelur. Cara ternak ayam petelur akan lebih mudah dilakukan apabila bibitnya juga bagus dan unggul. Bibit ayam petelur ini dikategorikan ke dalam dua jenis, yaitu ayam petelur ringan dan ayam petelur sedang (ayam petelur medium). Ayam petelur ringan adalah ayam petelur yang di khususkan hanya untuk menghasilkan telur. Ayam ini memiliki karakteristik sebagai berikut:

  • Memiliki jengger berwarna merah.
  • Memiliki mata bersinar dan berpostur ramping.
  • Mempunyai bulu berwarna putih, sehingga sering dikenal dengan ayam petelur putih.
  • Mampu memproduksi telur berkisar 260 butir per tahun.

Sedangkan ayam petelur sedang atau ayam petelur medium adalah ayam petelur yang memiliki dwifungsi, yaitu sebagai penghasil telur sekaligus penghasil daging. Setelah memproduksi telur, daging dari ayam jenis ini juga masih bisa dikonsumsi. Beberapa persyaratan yang harus terpenuhi untuk pemilihan bibit ayam petelur adalah:

  • Ayam harus sehat dan dalam kondisi normal (dalam hal ini tidak memiliki kecacatan).
  • Pilihlah bibit dari induk yang produkti dan unggul.
  • Pastikan ayam memiliki banyak bulu agar mampu bertahan dalam cuaca yang dingin.
  • Untuk memastikan pertumbuhan ayam yang baik, bobot dari bibit ayam petelur sebaiknya berkisar antara 35-40 gram.

2. Persiapan Kandang Ayam Petelur

Langkah selanjutnya yang tak kalah penting adalah persiapan kandang ayam. Cara ternak ayam petelur sangat memperhatikan kondisi tempat ayam tumbuh dan berkembang. Untuk menunjang keberhasilan budidaya ayam petelur, kandang ayam petelur yang bagus memiliki kriteria sebagai berikut:

  • Pastikan kandang memiliki lokasi yang baik. Dalam hal ini kondisi iklim dan kelembapan udara sangat berpengaruh. Suhu yang tepat untuk lokasi ini berkisar antara 32-35 derajat celcius dengan kelembapan udara 60-70 %.
  • Pengaturan letak kandang yang tidak melawan arah mata angin juga cukup penting. Selain itu pastikan cahaya matahari bisa masuk setiap pagi dan sirkulasi udara bersih agar ayam dapat hidup dengan baik.
  • Pastikan tanah dalam kandang ayam mempunyai permukaan yang datar dan rata.
  • Di dalam kandang perlu juga dipersiapkan tempat pakan, tempat minum, tempat obat, dan tempat khusus untuk memisahkan ayam petelur yang sakit.

Secara umum terdapat dua jenis kandang yang sering digunakan untuk cara ternak ayam petelur, yaitu:

Kandang Koloni

Sesuai dengan namanya, kandang ini dibuat untuk koloni ayam atau sekumpulan ayam dalam jumlah besar atau masal. Kandang koloni ini memiliki keuntungan dan kelebihan. Kamu dapat menghemat biaya yang besar untuk pengeluaran pembuatan kandang.

Akan tetapi kandang koloni ini memiliki resiko yang sangat tinggi. Apabila ada ayam petelur yang sakit, maka penyakit akan mudah menular kepada ayam yang lain dan angka kematian ayam petelur akan lebih tinggi. Hal ini akan beresiko membuat gagalnya produksi dan budidaya ayam petelur.

Kandang Individu

Sebaliknya kandang individu adalah jenis kandang yang diperuntukkan agar ayam petelur memiliki tempat masing-masing. Meskipun pembuatannya terbilang rumit dan biaya yang dikeluarkan lebih banyak daripada kandang koloni, kandang individu lebih memiliki resiko kegagalan rendah saat budidaya. Selain itu kandang individu juag memudahkan peternak untuk mengambil telur yang telah dihasilkan dan kesehatan dari ayam petelur dapat terjaga dengan baik.

Kandang ayam dapat dibuat bertingkat dengan memperhatikan kebersihan dan kesterilannya. Untuk mempermudah, kamu bisa menggunakan alas yang terbuat dari kulit padi, yang telah dicampur dengan serbuk kayu atau sedikit kapur dan pasir.

3. Pemberian Pakan

Cara ternak ayam petelur sangatlah memperhatikan kebutuhan pakan. Apalagi di fase awal usia ayam petelur yaitu usia 0-4 minggu. Asupan nutrisi yang terkandung dalam pakan sangat diperlukan.

Pakan yang sesuai haruslah berupa konsentrat dari campuran tepung ikan, jagung giling yang telah dihaluskan dan beberapa campuran pakan ayam petelur yang dapat kamu beli di toko pakan hewan. Campuran ini biasanya mengandung gizi berupa lemak, protein, serat, fospor serta kalsium. Berikan pakan pada ayam tiga kali sehari dan jangan lupa selalu kontrol tempat minum karena ayam memerlukan air yang cukup.

4. Pemberian Vitamin

Untuk menjaga kesehatan ayam petelur, sesekali kamu juga bisa memberikan vitamin kepada ayam petelur. Vitamin ini dapat dibeli di toko pakan hewan ternak. Pemberiannya pun sangat mudah, kamu hanya perlu menambahkan vitamin kepada air minumnya atau campurkan dengan pakan yang akan diberikan kepada ayam.

5. Vaksinasi Ayam Petelur

Agar ayam petelur tidak mudah sakit dan memiliki imunitas yang baik, lakukanlah vaksinasi terhadap ayam petelur dengan menggunakan suntikan atau campurkan dengan air yang akan diberikan kepada ayam. Vaksin bisa dibeli di toko obat hewan. Dalam skala ternak ayam petelur rumahan kamu juga bisa menggunakan obat tetes mata sebagai vaksin.

6. Panen Hasil Produksi

Setelah ayam mulai besar, kamu dapat memanen hasil produksi telur. Lakukanlah panen produksi secara bertahap (3x dalam sehari; pagi, siang, dan sore). Hal ini dilakukan untuk menghindari penumpukan dan pecahnya telur. Telur normal akan memiliki bobot sekitar 57 gram dan berbentuk oval.

Selain dengan sistem ternak di dalam kandang, kamu juga bisa mencoba alternatif cara ternak ayam petelur lainnya yaitu, ternak ayam petelur umbaran. Dengan sistem umbaran kamu tidak perlu secara intensif untuk selalu memperhatikan ayam dalam kandang, melainkan ayam dilepas dan dibiarkan bergerak bebas (tidak selalu dalam kandang).

Kamu hanya perlu membuat pagar pembatas agar ayam tidak keluar dari area yang telah ditentukan. Pemberian pakan bisa dilakukan saat ayam masuk ke dalam kandang dan di luar kandang. Sistem umbaran memungkinkan ayam tidak stres karena selalu berada di dalam kandang.

Sistem ini juga cocok untuk skala ternak ayam petelur 100 ekor. Yang terpenting adalah pengaturan pakan dan kebersihan dari tempat umbaran ayam. Untuk alas tanahnya kamu juga bisa menggunakan sekam atau kulit padi agar dapat membersihkan kotoran dan pakan dengan mudah. Anda juga bisa melihat cara mudah ternak ayam petelur dengan menonton video berikut.

Selamat mencoba! Baca juga artikel tentang ayam lainnya di blog Suduthewan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *