Cara ternak kutu air

Cara Ternak Kutu Air

Diposting pada

Bismillahirrahmanirrahim, Cara ternak kutu air – Kutu air merupakan salah satu jenis hewan yang hidup di air. Meskipun unsur namanya memiliki kata “kutu”, namun hewan air ini tidak termasuk ke dalam jenis kutu parasit seperti kutu darat, misalnya kutu rambut ataupun kutu beras.

Kutu air diberi nama “kutu” dikarenakan tubuh hewan ini yang sangat kecil seperti kutu. Mungkin memang sebagian orang akan mendapatkan dampak negatif dari keberadaan kutu air ini, seperti misalnya iritasi kulit. Namun, ternyata kutu air dapat membawa benefit dan keuntungan finansial loh.

Keuntungan finansial yang dihasilkan dari kutu air ialah keberadaan kutu air sangat bermanfaat untuk ikan. Mengapa? Karena biasanya para peternak ikan terutama ikan hias akan memberikan pakan kutu air untuk ikan-ikan kecil yang baru lahir dan sedang berkembang. Postur kutu air yang sangat kecil cocok dengan mulut anak-anak ikan yang juga kecil. Jadi, budidaya kutu air dapat membawa keuntungan khususnya keuntungan finansial atau ekonomi.

Jenis-Jenis Kutu Air

Sebelum mengetahui cara ternak kutu air, hewan mungil ini memiliki dua jenis, yaitu:

1. Kutu Air Moina

Jenis kutu air yang pertama ialah moina, kutu air moina merupakan jenis kutu terkecil dari kedua jenis kutu air yang ada. Ukuran kutu air moina berkisar antara 0,9-1.8 mm. Memiliki warna cokelat kemerahan dan memiliki 10 rambut getar atau silia pada bagian perutnya.

Kutu air moina dapat ditemukan dengan mudah di perairan air tawar seperti danau, rawa, waduk, dan kolam. Cara ternak kutu air jenis moina ini sebaiknya menggunakan suhu yang berkisar antara 24-30°C dengan pH 6,5-7,5. Siklus hidup kutu air moina yaitu sekitar 13 hari dengan kemampuan berproduksi sekitar 32 ekor.

2. Kutu Air Daphnia

Berbeda dengan sebelumnya, kutu air daphnia memiliki ukuran yang lebih panjang yaitu 1-55 mm. Meskipun memiliki warna yang sama dengan kutu air moina, namun bagian kepalanya memiliki dua antena dan ekornya lancip. Hidup di perairan yang sama dengan kutu air moina, namun memiliki siklus hidup yang lebih lama yaitu 34 hari dengan jumlah telur yang bisa mencapai 39 ekor per hari.

Kedua jenis kutu air di atas tentunya dapat dibudidayakan dengan mudah dan bahkan tanpa modal yang mahal. Cara ternak kutu air pun terbilang tidak begitu sulit dan dapat dilakukan oleh siapa saja. Karena kedua jenis kutu air di atas pun tidak memiliki perbedaan yang signifikan dan dapat diperlakukan dengan sama. Terlepas dari itu, cara ternak kutu air yang murah ialah dengan cara membuat sendiri bibitnya tanpa perlu membelinya.

Baca juga: Cara ternak ayam petelur

Cara Ternak Kutu Air Untuk Pemula

Ternak kutu air tanpa bibit dan aerator
Sumber: https://phys.org/

Dalam ternak kutu air, beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mendapatkan kutu air yang bagus ialah sebagai berikut:

1. Wadah Ternak Kutu Air

Wadah yang dibutuhkan untuk ternak kutu air tidak harus mahal dan muluk-muluk. Jika wadah tersebut mampu menampung air, artinya sudah cukup. Namun, wadah yang digunakan haruslah lebar atau panjang dan tidak terlalu tinggi.

Hal ini dikarenakan karakteristik kutu air yang membutuhkan tempat luas dan tidak membutuhkan air yang begitu dalam. Untuk memaksimalkan wadah yang digunakan, biasanya wadah tersebut dapat berupa bak dari beton. Ukuran dari bak atau wadah tentunya menentukan seberapa banyak ternak kutu air yang didapatkan.

2. Bibit Kutu Air

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bibit kutu air tidak hanya bisa didapatkan dengan cara membelinya. Namun juga bisa didapatkan dengan cara membuat bibit kutu air sendiri. Beberapa bahan untuk cara ternak kutu air tanpa bibit yang dapat dilakukan ialah:

1. Kotoran Ayam

Untuk membuat bibit kutu air sendiri, kotoran ayam bisa menjadi salah satu pilihannya. Kotoran ayam yang dapat ditemukan di halaman depan rumah, kemudian dipungut dan dimasukkan ke dalam wadah yang akan dipakai untuk ternak kutu air. Biarkan kotoran ayam tersebut selama beberapa hari, air yang berada di dalam wadah akan berubah menjadi warna hijau dan mulai menandakan bibit sudah mulai tumbuh.

2. Sayuran Layu

Bahan tepat lainnya ialah sayuran layu. Tidak perlu membeli sayur segar ke pasar dan menunggunya hingga layu, sayuran layu ini bisa kita dapatkan hanya dengan memungutnya dari lantai atau meminta sayuran yang sudah lama kepada penjual sayuran.

Tidak sembarang sayuran layu dapat menjadi bibit kutu air, sayuran kol menjadi sayur utama yang dapat berubah dengan cepat menjadi bibit kutu air. Sayuran kol yang sudah layu dapat langsung dimasukkan ke dalam wadah yang sudah disediakan dan didiamkan selama satu minggu.

Namun untuk hasil yang maksimal, wadah yang berisi sayuran kol layu ini jangan sampai terkena cahaya matahari secara langsung. Cara budidaya kutu air mudah dan murah kan?

3. Air Got

Meskipun cara ternak kutu air tanpa bibit yang satu ini bisa dikatakan cukup menjijikan, namun cara untuk ternak dengan cara yang satu ini bisa dibilang ampuh. Pindahkan air got beserta lumpurnya ke dalam wadah yang sudah disiapkan dan didiamkan selama beberapa hari hingga bibit kutu air mulai bermunculan. Cara ternaknya sangatlah mudah dan sederhana.

3. Air

Selain wadah yang telah disiapkan, kelangsungan hidup kutu air tidak akan berjalan tanpa adanya air di dalam wadah. Betul kan? Air yang biasa digunakan pada cara budidaya kutu air ialah air tua atau air yang sudah menjadi air endapan dan air yang tidak mengalir. Cara mendapatkan air endapan pun mudah, cukup dengan mendiamkan air selama beberapa hari dan kemudian air tersebut akan menghasilkan kotoran yang terlihat pada dasar wadahnya.

Sebagai contoh ialah dengan memakai sayur kol layu. Air endapan yang dimasukan kol akan berwarna hijau karena kotoran dari sayur kol tersebut. Dan jika terus-menerus dibiarkan, kotoran kol akan turun dan penampakan air pun akan kembali menjadi bening. Ketika saat itulah bibit-bibit kutu air akan terlihat.

Pengisian air untuk ternak kutu air tidak dapat sembarangan. Dengan cara seperti ini, mungkin cara ternak kutu air tanpa aerator dapat dilakukan. Yang terpenting ialah air yang berada di dalam wadah tidak terlalu tinggi.

Baca juga: Cara ternak kelinci dengan mudah

4. Perawatan Kutu Air

Ketika langkah-langkah ternak kutu air di atas sudah terpenuhi, maka penting untuk menerapkan cara perawatan yang benar. Salah satu caranya ialah dengan menambahkan susu agar proses pengembangbiakkan kutu air dapat berjalan cepat dan lancar.

Campurkan susu bubuk yang sudah dilarukan ke dalam wadah ternak kutu air. Pemberian susu pun sebaiknya tidak dilakukan secara berlebihan, karena hal tersebut dapat membuat kutu air mati. Setelah satu atau satu setengah bulan, kutu air yang dinantikan dapat dipanen.

Ternak kutu air sangatlah mudah. Dimulai dari wadah yang seadanya, bibit yang dapat dibuat sendiri, air endapan yang dapat diproses sendiri dengan cara ternak kutu air tanpa aerator, hingga perawatannya yang mudah. Namun, kutu air tetap akan menghasilkan keuntungan finansial jika diperjualbelikan. Tertarik untuk ternak kutu air?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *