Cara menanam cabe rawit

Cara Menanam Cabe Rawit

Diposting pada

Bismillahirrahmanirrahim, Cara menanam cabe rawit – Cabai atau cabe merupakan salah satu rempah-rempah yang selalu digunakan sehari-hari oleh masyarakat Indonesia. Cabe rawit merupakan salah satu jenis cabe yang paling digemari.. Walaupun berukuran kecil, cabe rawit mempunyai rasa yang pedas.

Masyarakat Indonesia biasanya menggunakan cabe rawit untuk saos atau sambal dan juga menjadi teman setia gorengan. Cara menanam cabe rawit bisa menggunakan berbagai media tanam, seperti pot, polybag maupun lading.

Pada dasarnya cabe rawit dapat tumbuh di semua tempat, karena tumbuhan cabe sangat mudah beradaptasi di lingkungannya. Namun, saran saya tanamlah cabe rawit di tempat dataran rendah sekitar 0 – 500 mdpl karena pada ketinggian segitu tanaman cabe rawit bisa tumbuh lebih baik.

Karena jika ditanam di ketinggian di atas 1000 mdpl, maka produktivitasnya akan berkurang. Selain itu, tanaman cabe rawit perlu sinar matahari penuh atau minimal 8 jam/hari. Dan pH ideal untuk menanam cabe rawit yang baik adalah 6,5 – 7.

Cara Menanam Cabe Rawit Yang Baik Dan Benar

Menanam cabe rawit di pot, polybag untuk pemula

Bagi pemula, sebelum memulai menggunakan lahan sebaiknya menggunakan polybag atau pot untuk menanam cabe rawit. Cara menanam cabe rawit di polybag atau di pot lebih mudah, praktis dan murah dibandingkan langsung di sebuah lahan. Berikut cara menanam cabe rawit di pot atau polybag.

Baca juga: Cara menanam cabe hidroponik

1. Pembenihan

Terdapat 2 cara yang bisa kamu lakukan untuk melakukan pembenihan cabe rawit. Kamu bisa mengambil benih dari cabe rawit yang sudah matang atau bisa juga membeli benih cabe rawit dari pasar.

  1. Jika kamu membeli di pasar, kamu dapat langsung memilih benih yang bagus untuk disemai.
  2. Selanjutnya kamu harus merendam benih yang sudah dipilih sekitar 4 sampai 7 jam, merendam biji berfungsi menghentikan dormansi pada benih cabe.. Dengan begitu biji cabe rawit bisa bertunas dengan baik nantinya.
  3. Habis direndam, ambil tisu untuk mengeringkan biji cabe yang telah direndam. Dan biji cabe rawit sudah siap disemaikan.
  4. Jika kamu memilih untuk menggunakan biji cabe rawit dari buahnya, pertama pilih buah cabe rawit yang sudah tua dengan kondisi sedikit mengering pada ujungnya.
  5. Keluarkan benih cabe yang terdapat pada cabe rawit yang sudah matang. Kemudian cuci benih-benih cabe rawit tersebut untuk menghilangkan lendir. Barulah jemur semua bijinya sebentar sampai kering dan biji siap disemaikan.
  6. Salah satu cara memilih biji cabe rawit yang bagus untuk digunakan adalah dengan melihat biji ketika proses perendaman. Biji yang baik akan tenggelam ke dasar air sementara biji yang berkualitas buruk akan mengambang. Maka pilih biji-biji yang tenggelam.

2. Proses Penyemaian

Setelah mendapatkan benih cabe rawit yang bagus, selanjutnya kamu harus melakukan proses penyemaian. Cara menyemai benih cabe rawit di pot atau polybag yang baik adalah menggunakan pot berukuran 8 x 10 cm dengan kedalaman 1 – 15 cm. Proses ini sangat penting jika kamu menanam cabe rawit di dalam pot.

  1. Siapkan trai atau wadah semai yang bersih.
  2. Masukkan tanah dan pupuk ke dalam pot dengan perbandingan 3:1. Kamu bisa menyiapkan tanahnya jauh-jauh hari, sekitar 4 sampai 7 hari sebelum memilih biji cabe rawit. Sementara pupuk yang digunakan sebaiknya pupuk organik seperti pupuk kompos atau kandang.
  3. Selanjutnya tinggal disebar saja biji cabe rawit di tempat yang sudah disiapkan.
  4. Perkirakan jarak antar biji cabe yang ditebar kurang lebih sekitar 3×4 cm atau 4×4 cm.
  5. Taruh wadah di tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung, kalau perlu jauhkan dari sinar matahari.
  6. Selanjutnya kamu harus menyiram dengan rutin sampai tunas cabe rawit muncul.
  7. Tunas cabe rawit biasanya akan muncul dalam kurun waktu 7 sampai 10 hari kemudian.

3. Memilih Media Tanam Cabe Rawit

Kamu bisa memilih antara pot atau polybag yang akan dijadikan media tanam cabe rawit. Jika kamu memilih pot maka gunakan pot dengan ukuran sedang-sedang saja. Selain itu, ada beberapa hal lagi yang harus kamu lakukan.

  1. Buat tanah humus campuran, dengan cara menggunakan arang, sekam, sekam mentah, dan pupuk dengan komposisi 2:3:1:1.
  2. Setelah campuran tanah sudah siap, sekarang isi pot atau polybag sebanyak setengah bagian.
  3. Sebaiknya siapkan media tanam selama 7 sampai 10 hari setelah proses penyemaian bertunas.
  4. Kamu bisa menggunakan pot berukuran sedang dengan diameter 30 cm.

4. Penanaman Cabe Rawit

Setelah melalui proses pemilihan bibit, penyemaian dan persiapan media tanam, maka sekarang kamu sudah siap menanam cabe rawit. Berikut cara menanam cabe rawit yang baik.

  1. Piihlah bibit yang berkualitas. Bibit cabe rawit berkualitas tidak memiliki daun kuning pada tunasnya dan akarnya tidak busuk.
  2. Buat lubang-lubang kecil pada pot atau polybag yang berisikan tanah.
  3. Selanjutnya tanam bibit yang telah dipilih dan masukkan tanah humus campuran yang telah dibuat sampai menutupi setengah batang tanaman.
  4. Proses penanaman cabe rawit yang baik dilakukan di sore hari agar memudahkan penghitungan penyiramannya di masa yang akan datang.
  5. Jika perlu tancapkan sebilah bambu sebagai penopang agar tanaman cabe rawit bisa berdiri lebih kokoh dan tidak mudah goyah atau patah.

5. Perawatan Cabe Rawit

Setelah berhasil melakukan proses penanaman cabe rawit dengan baik dan benar, maka langkah selanjutnya adalah merawatnya.

Proses perawatan tanaman cabe rawit terbilang mudah, tapi kamu tetap harus melakukannya dengan hati-hati. Untuk mendapatkan hasil buah cabe rawit yang melimpah dan optimal, maka kamu harus rajin menyiraminya dan memberikannya pupuk.

6. Penyiraman Tanaman Cabe Rawit

  1. Air cucian beras memiliki fungsi yang sangat baik untuk menyuburkan cabe rawit. Oleh karena itu gunakan air bekas cucian beras untuk menyiram tanaman cabe rawit.
  2. Cukup siramkan air cucian beras ke pot-pot atau polybag cabe rawit setiap hari pada pagi hari atau ketika selesai memasak nasi.
  3. Pada sore harinya kamu bisa menyiram tanaman cabe rawit menggunakan air biasa.
  4. Siram tanaman cabe rawit secara rutin 2 kali sehari.

7. Pemumpukan Tanaman Cabe Rawit

Menanam cabe rawit di pot dan cara menanam cabe rawit di polybag yang baik sama-sama harus menggunakan pupuk. Pupuk berguna agar tanaman tetap subuh dan berbuah banyak. Lakukan pemupukan kurang lebih setiap 7 sampai 10 hari sekali. Itu dilakukan untuk menjaga dan merawat kesuburan dan pertumbuhan dari cabe rawit.

Baca juga: Cara menanam bawang merah

8. Panen Cabe Rawit

Jika kamu menanam cabe rawit di ladang maka hasilnya akan beda dengan cabe rawit yang ditanam di pot atau polybag. Tanaman cabe rawit yang ditanam di dalam pot atau polybag hanya memerlukan waktu kurang lebih 90 hari setelah penanaman pertama untuk dipanen. Kemudian panen selanjutnya akan muncul 30 hari lagi. Berikut cara panen cabe rawit di dalam pot atau polybag.

  1. Kamu bisa memanen tanaman cabe rawit dengan menggunakan gunting tanaman atau memetiknya menggunakan tangan.
  2. Petiklah buah dengan halus, jangan dicabut karena hal tersebut akan mempengaruhi kekuatan akar yang menunjang tanamannya. Karena jika kamu melakukannya dengan kasar maka akar dari tanaman cabe rawit menjadi tidak kokoh.
  3. Jangan petik cabe rawit muda yang belum siap dipanen.
  4. Cabe berwarna merah mengkilap dengan permukaan yang mulus dan bersih adalah hasil buah cabe rawit yang baik.

Begitulah cara menanam cabe rawit yang baik dan benar untuk pemula. Dengan menanam tanaman cabe rawit sendiri di rumah, kamu tidak perlu khawatir lagi ketika harga cabe rawit di pasar naik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *