Cara menanam cabe hidroponik

Cara Menanam Cabe Hidroponik

Diposting pada

Bismillahirrahmanirrahim, Cara menanam cabe cabe hidroponik – Cabe merupakan salah satu bahan penyedap makanan yang dikonsumsi masyarakat Indonesia sehari-hari. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk budidaya cabe, salah satu metode yang bisa kamu lakukan sebagai pemula adalah metode hidroponik.

Cara menanam cabe hidroponik tidak terlalu sulit, tapi bukan berarti terlalu mudah juga. Kamu bisa menanam cabe hidroponik di rumah kamu sendiri. Dengan langkah perawatan yang tepat, maka kamu akan mendapatkan cabe buatan sendiri dengan kualitas yang tidak kalah dari cabe yang dijual di pasar.

Hidroponik merupakan metode tanam tanpa menanam langsung di tanah, melainkan menggunakan media tanam lain sebagai pengganti seperti pasir, kerikil, atau yang lainnya. Metode ini mudah untuk dilakukan pada skala rumah tangga atau skala kecil. Kamu juga bisa menggunakan kultur polybag. Selain itu, ada juga cara menanam cabe hidroponik sistem sumbu. Tapi, cara menanam cabe hidroponik untuk pemula yang paling cocok dan mudah adalah menggunakan kultur polybag.

Cara Menanam Cabe Dengan Hidroponik Yang Benar

Menanam cabe hidroponik dalam polybag, sistem sumbu untuk pemula

Berikut cara-cara menanam cabe hidroponik dalam polybag.

Baca juga: Cara menanam cabe rawit

1. Pemilihan Benih Cabe

Terdapat banyak sekali jenis cabe yang bisa dibudidayakan, ada cabe rawit, cabe pelangi, cabe keriting, cabe merah dan lain sebagainya. Menariknya, menanam cabe dengan metode hidroponik dapat dilakukan pada semua jenis cabe dan cara penanamannya juga sama. Jadi, kamu bisa memilih jenis cabe apa saja yang akan ditanam, kemudian pergi ke toko-toko tanaman dan membeli benihnya.

Coba rendam semua benih cabe di dalam air hangat selama 3 jam. Benih yang berkualitas adalah benih yang tenggelam. Pilih benih-benih cabe yang tenggelam tersebut.

2. Penyemaian Benih Cabe

Siapkan polybag mini kira-kira berukuran 8 x 9 cm. Setelah polybagnya disiapkan, campur tanah bagian atas (berhumus atau top soil) dengan arang sekam dan pupuk kendang atau pupuk kompos dengan perbandingan 1:1:1.

Sekarang masukkan media semai yang Sudah dicampur-campur tadi ke dalam polybag yang telah disiapkan sejak awal.

Selanjutnya buat lubang di tengah media semai sedalam 0,5 cm. Dan tanam benih cabe ke dalam lubang tersebut dengan keterangan satu cabe satu polybag. Lalu basahi media semai sedikit untuk menjaga kelembapannya.

Yang harus dilakukan sekarang adalah merawat benih cabe yang telah ditanam. Siram benih setiap pagi dan sore menggunakan semprotan halus supaya tidak merusak benih dan media semainya. Cara penyiraman yang baik adalah dengan menggunakan kertas koran. Tutupi polybag dengan kertas korankemudian siram kertas koran tersebut sampai basah. Buka kertas koran setelah benih tumbuh sekitar 3 hari.

Bibit cabe akan siap dipindahkan ke media tanam hidroponik kulut polybag di hari ke 21-24 setelah benih cabe mempunyai 4-5 helai daun. Jaga dan rawat benih dengan baik sampai waktu pemindahannya tiba.

3. Penyiapan Lahan dan Peralatan Hidroponik

Siapkan lahan untuk kegiatan budidaya cabe hidroponik. Lalu pasang peralatan hidroponik layaknya wadah nutrisi, selang pompa utama dan selang-selang plastik. Samakan jumlah selang plastik dengan jumlah polybag yang akan digunakan. Karena setiap polybag dipasang 1 selang plastik. Selang-selang plastik ini dihubungkan dengan selang pompa utama wadah nutrisi.

Siapkan polybag sebagai media tanam cabe dengan ukuran minimal di atas 30 cm. Kemudian siapkan juga media tanam yang berupa campuran antara pasir dan arang sekam dengan perbandingan 1:2. Campuran kedua bahan tersebut bisa menahan larutan nutrisi dan keduanya juga mempunyai aerasi yang baik.

Masukkan media tanam ke dalam polybag dan buat lubang di tengah-tengahnya dengan kedalaman kurang lebih 5-7 cm.

4. Pemindahan dan Perawatan Benih Cabe

Setelah waktunya tiba, lakukan pemindahan benih cabe dengan hati-hati dan jangan sampai akar tanamannya rusak. Robek polybag mini yang menjadi tempat penyemaian, kemudian pindahkan benih dan media semainya ke dalam lubang media hidroponik yang ada di polybag besar.

Lakukan pemindahan benih pada sore hari saat matahari tidak terlalu bersinar. Benih akan terlihat layu setelah 2-3 hari pemindahan tapi akan segar lagi asal akarnya masih baik.

Setelah melakukan proses pemindahan, susun semua polybagnya dengan teratur. Dan letakkan selang-selang plastik yang telah disiapkan dulu pada masing-masing polybag. Selang-selang plastik ini berfungsi untuk mengalirkan nutrisi.

Larutan nutrisi harus dipastikan cukup untuk semua tanaman cabe. Unsur makro seperti P, N, K, Mg dan Ca tentunya harus mencukupi. Kamu bisa menggunakan pupuk AB mix atau pupuk hidroponik lainnya baik organik maupun anorganik.

Campur pupuk dengan air di dalam wadah nutrisi, kemudian alirkan larutan nutrisi ke masing-masing polybag tanaman cabe melalui selang plastik yang sudah disiapkan.

5. Pemeliharaan Tanaman Cabe

Cara menanam cabe hidroponik dalam polybag selanjutnya adalah melakukan pemeliharaan. Pemeliharaan tanaman cabe meliputi penyiraman, pengajiran dan pemangkasan.

Penyiraman kamu lakukan dengan larutan nutrisi yang sudah dibuat dengan frekuensi sebanyak 5-8 kali sehari. Untuk menghemat tenaga, sebaiknya kamu menggunakan timer di selang pompa utama.

Kemudian larutan nutrisi yang diberikan disarankan dilakukan menggunakan cara fertigasi atau irigasi tetes. Jangan berikan larutan nutrisi dalam jumlah banyak sekaligus, melainkan berikan larutan nutrisi sedikit demi sedikit asal cukup membasahi media tanam dalam polybag.

Lakukan pengajiran pada tanaman cabe yang berumur kurang lebih 1 minggu atau sudah memiliki tinggi sekitar 20 cm dengan diukur menggunakan tongkat bambu. Proses pengajiran berfungsi sebagai media penopang agar tanaman cabe dapat tumbuh tegak. Letakkan ajir di media tanam dengan jarak sekitar 4 cm dari pangkal batang tanaman cabe.

Kamu juga perlu melakukan pemangkasan terhadap tunas-tunas muda yang tumbuh di ketiak daun. Hal ini dilakukan dengan tujuan mencegah tanaman agar tidak tumbuh ke samping pada saat batang belum kuat menopang. Sebaiknya lakukan pemangkasan di hari ke-20 setelah masa tanam dimulai.

Pastikan kamu selalu memperhatikan perkembangan dan pertumbuh tanaman cabe. Lakukan pengecekan secara rutin untuk menjaga kebutuhan nutrisi agar tetap terpenuhi. Apabila larutan nutrisi hidroponik sudah mulai kosong, maka segera lakukan pengisian ulang.

Kamu juga perlu melakukan pengecekan terhadap hama dan penyakit. Pastikan semua tanaman cabe kamu terbebas dari hama dan penyakit. Hama dan penyakit yang umum menyerang tanaman cabe antara lain busuk daun, tungau, kutu daun, antraknosa, ulat dan lainnya. Jika terdapat bagian tanaman yang terlanjur terserang hama atau penyakit dan cukup parah, segera buang bagian tersebut agar tidak menyebar.

Baca juga: Cara menanam bawang putih

6. Panen Cabe

Terus lakukan perawatan dan pemeliharaan dengan baik. Ketika masa tanaman cabe sudah menginjak 203 bulan, maka tanaman akan mulai berbuah dan bisa segera kamu panen. Ciri-ciri cabe yang siap panen adalah berwarna kemerahan dan mengkilap.

Itulah cara menanam cabe hidroponik untuk pemula. Semua jenis cabe bisa kamu tanam dengan menggunakan cara di atas. Cara penanaman dan perawatannya juga sama. Cara di atas cukup praktis dan mudah dilakukan oleh pemula. Dengan mengetahui cara menanam cabe hidroponik maka kamu bisa menanam tanaman cabe dengan mudah di halaman rumah kamu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *