Cara menanam bawang putih

Cara Menanam Bawang Putih

Diposting pada

Bismillahirrahmanirrahim, Cara menanam bawang putih – Bawang putih adalah salah satu rempah-rempah yang selalu ada di dapur masyarakat Indonesia. Oleh karena itu tidak heran jika bawang putih menjadi salah satu barang yang selalu dibeli setiap belanja di pasar.

Namun, jika kamu ingin melakukan penghematan pengeluaran, maka kamu bisa menanam bawang putih sendiri di rumah. Kamu bisa mengembangkan bawang putih di rumah dengan berbagai cara dan media tanam. Cara menanam bawang putih di pot atau polybag sepertinya menjadi cara yang paling umum untuk dilakukan.

Tapi, selain menggunakan pot atau polybag, kamu juga bisa menanam bawang putih di paralon. Cara menanam bawang putih di paralon tidak jauh berbeda, hanya saja mungkin ada beberapa langkah dan proses tambahan seperti proses pengairan. Ada lagi cara lain, yaitu cara hidroponik.

Cara menanam bawang putih hidroponik tentu saja tidak sama dengan cara-cara yang sudah disebutkan di atas. Maka dari itu menggunakan pot atau polybag lebih dianjurkan untuk pemula.

Cara Menanam Bawang Putih Di Polybag atau Pot

Menanam bawang putih di pot, polybag, paralon, hidroponik

Polybag atau pot sudah menjadi tempat menanam berbagai macam tanaman di rumah, termasuk bawang putih. Secara garis besar, ada 5 langkah menanam bawang putih di rumah menggunakan pot atau polybag, antara lain:

  1. Menyiapkan jenis bawang putih yang ingin ditanam.
  2. Menentukan waktu penanaman secara tepat, disarankan agar tidak melakukan penanaman di musim hujan.
  3. Mempersiapkan media tanam.
  4. Proses penanaman.
  5. Masa panen.

Langsung saja, berikut cara mudah menanam bawang putih di polybag di rumah.

Baca juga: Cara menanam bawang merah

1. Memilih Jenis Bawang Putih

Dilansir dari situs goodhousekeeping, terdapat 2 jenis bawang putih yang bisa kamu budidaya sendiri di rumah. Kedua jenis bawang putih itu adalah:

  • Hardneck
  • Softneck

Jenis bawang putih hardneck mempunyai batang yang keras, tegak dan terdapat umbi bawang di tengah-tengahnya. Jenis bawang ini lebih cocok untuk ditanam pada wilayah dingin yang cenderung bersalju.

Sedangkah jenis bawang putih softneck mempunyai bentuk daun menjuntai ke bawah. Jenis bawang ini lebih mudah ditanam dan dikembangbiakkan pada daerah dengan cuaca yang cenderung panas. Hasil panen bawang putih softneck kecil-kecil dan punya rasa yang kuat.

2. Menanam Bawang Putih Di Rumah

Untuk mulai menanam bawang putih di rumah, siapkan lahan atau halaman yang akan menjadi tempat penanaman. Setelah itu, jangan lupa menyiapkan pot atau polybag. Sediakan beberapa buah polybag atau pot kecil.

Sediakan juga tanah subur yang mengandung banyak unsur hara sebagai media tanamnya. Setelah semua alat dan bahan sudah dipersiapkan, sekarang proses penanaman bisa langsung dimulai.

Pertama-tama potong bagian bawah bawang putih yang ditempeli akar. Setelah itu masukkan media tanam tanah yang sudah disiapkan tadi ke pot-pot atau polybag yang juga telah disediakan. Kemudian gali beberapa lubang pada tanah dengan kedalaman yang cukup.

Selanjutnya masukkan potongan-potongan bawang dengan akar tadi ke dalam lubang dan tutupi lubangnya lagi dengan tanah.

Dan sirami pot atau polybag dengan air secukupnya secara rutin. Setelah beberapa hari berlalu, daun berwarna kehijauan muncul sebagai tanda bawang putih mulai tumbuh.

Selalu sirami pot atau polybag secukupnya ketika tanah mulai terlihat kering. Kamu juga bisa memberikan tanaman bawang putih ini pupuk yang berupa campuran pelet ikan dan air rendaman rumput.

3. Memotong Daun Dari Tanaman Bawang Putih

Pada umumnya masa tanam bawang putih adalah 90 sampai 120 hari. Nah biasanya ketika akan memasuki masa panen, daun-daun hijau panjang akan tumbuh dan keluar dari dalam tanahnya. Daun ini juga bisa dikonsumsi.

Namun, tentu dari waktu ke waktu daun-daun itu akan semakin panjang. Daripada dibiarkan membusuk nantinya, lebih baik kamu potong daun-daun tersebut dan manfaatkan untuk keperluan lainnya, seperti keperluan masak sehari-hari misalnya.

4. Cara Memanen Bawang Putih

Ada beberapa faktor yang dapat menentukan kapan tibanya masa panen bawang putih. Salah satu faktornya adalah cuaca.

Cuaca panas bisa mempercepat pertumbuhan dan perkembangan bawang putih, sedangkan suhu dingin malah memperlambatnya.

Cek bagian tengah daun dari tumbuhan bawang putih, kalau sudah menguning dan sedikit kecoklatan, maka tandanya bawang putih sudah siap dipanen. Waktu yang tepat memanen bawang putih adalah ketika tanah pada pot atau polybag sudah mengering.

Cara memanen bawang putih adalah longgarkan permukaan tanah terlebih dahulu menggunakan sekop. Dan ketika ruang sudah cukup, angkat daun sampai bawang terlihat.

5. Setelah Panen Bawang Putih

Setelah kamu mengangkat semua bawang dan selesai melakukan proses panen, taruh semua bawang yang telah terangkat di bawah pancaran matahari yang tidak terlalu terik. Hal ini dilakukan dengan tujuan memecahkan lapisan kulit terluarnya agar bawang lebih mudah dikupas nantinya. Selanjutnya bersihkan sisa-sisa tanah yang menempel pada bawang menggunakan sikat.

6. Cara Menyimpan Hasil Panen Bawang Putih

Kumpulkan semua bawang putih di dalam satu wadah seperti toples kecil. Kemudian simpan bawang putih di tempat dengan suhu ideal 10 sampai 21 derajat celcius. Pastikan juga ruangan tempat penyimpanan bawang putihnya tidak lembap, mendapat cahaya yang cukup dan memiliki sirkulasi udara yang baik.

Cara Menanam Bawang Putih Di Paralon

Menanam bawang putih di paralon tidak sama dengan menanam bawang putih di pot atau polybag. Tetapi kamu tetap bisa melakukannya di rumah. Berikut cara menanam bawang putih di paralon.

1. Menyediakan Paralon

Sediakan paralon dengan ukuran 1,5 sampai 2 inci saja jika kamu hanya ingin memanen daun bawangnya. Jika umbi bawangnya juga ingin kamu panen, gunakan paralon minimal 2,5 sampai 3 inci.

Selanjutnya buat lubang di paralon dengan diameter 5 sampai 6 cm dan jarak antar masing-masing lubang 10 cm. Kemudian siapkan media tanam tanah untuk dimasukkan ke dalam paralon.

2. Media Tanam

Gunakan tanah humus yang mengandung banyak unsur hara untuk media tanamnya. Jika kamu sulit mendapatkan tanah humus, kamu bisa membuatnya sendiri dengan mencari caranya di internet.

Isi paralon sampai penuh dengan tanah. Setelah itu kumpulkan gelas plastik bekas air mineral, gunting bagian dasarnya, dan tutupi tiap lubang dengan gelas tadi.

3. Membuat Sistem Pengairan

Ketika menggunakan paralon, kamu dapat melakukan pengairan dengan lebih cepat karena area siram yang lebih sedikit. Tapi kamu bisa memasang sistem pengairan otomatis demi menghemat waktu dan tenaga.

Sistem pengairan yang banyak dipakai adalah fertigasi. Sistem pengairan fertigasi adalah pengairan tanaman dengan selang yang dihubungkan ke tanaman dan pangkal selangnya sudah terhubung dengan sumber air yang dapat mengalirkan air ke setiap tanaman. Kamu bisa mencari cara membuat sistem pengairan fertigasi di internet.

4. Menanam Bawang Putih di Paralon

Setelah semuanya siap, kamu bisa memulai menanam bibit bawang putih di paralon. Caranya sama saja seperti cara menanam bawang putih baik di pot maupun di polybag.

5. Memanen Bawang Putih

Dan ketika masa panen tiba, kamu bisa langsung memanen bawang putih dengan cara membuat ruang menggunakan sekop pada lubang paralon dan mengambil umbi bawangnya.

Begitulah cara menanam bawang putih di rumah menggunakan pot, polybag atau paralon. Dengan melakukan usaha budidaya bawang putih di rumah, kamu bisa menghemat pengeluaran rumah tangga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *