Sumber: rimbakita.com

Cara Membuat Bonsai Kelapa

Diposting pada

Bismillahirrahmanirrahim, Bonsai merupakan salah satu tanaman hias yang paling terkenal dan disukai banyak orang. Maka tidak heran jika bonsai sangat cocok dan indah jika dijadikkan sebagai tanaman hias di rumah. Ada banyak tanaman yang bisa dijadikan bonsai, salah satunya adalah kelapa. Cara membuat bonsai kelapa harus kamu ketahui jika ingin membuat tanaman bonsai sendiri di rumah.

Tanaman bonsai kelapa memiliki karakteristik, bentuk dan wujud yang unik serta menarik, tentunya akan sangat indah untuk dijadikan hiasan rumah. Bahkan tanaman bonsai kelapa juga bisa bercabang. Pastinya cara membuat bonsai kelapa bercabang lebih susah daripada bonsai kelapa biasa, tapi hasilnya juga akan jauh lebih indah.

Cara Membuat Bonsai Kelapa Cepat Berbuah

Cara membuat bonsai kelapa cepat berbuah

Sejatinya bonsai adalah teknik mengkerdilkan tanaman. Teknik ini berasal dari negara Jepang. Untuk membuat tanaman bonsai, termasuk bonsai kelapa kamu membutuhkan pot kecil nan dangkal.

Membuat tanaman bonsai kelapa bukan hal yang mudah. Jika memang kamu ingin membuat tanaman bonsai kelapa di rumah, dalam membuat bonsai kelapa yang benar perlu untuk kamu ketahui dan pelajari. Untuk memudahkan kamu, berikut 9 cara membuat bonsai kelapa dari awal untuk pemula.

1. Memilih Jenis Kelapa yang Akan Dijadikan Bonsai

Langkah awal dalam membuat bonsai kelapa bercabang adalah memilih jenis tanaman kelapanya. Ada 3 jenis tanaman kelapa yang bisa dijadika bonsai, antara lain kelapa gading merah, kelapa gading susu dan kelapa albino.

Kamu dapat mengetahui jenis tanaman kelapa dengan cara melihat dari karakteristik pohonnya. Pohon kelapa gading merah memiliki warna merah yang kekuning-kuningan. Jenis kelapa ini merupakan jenis kelapa yang paling indah jika sudah menjadi bonsai nanti karena bentuknya yang indah dan unik. Akan tetapi untuk mendapatkan hasil yang diharapkan, kamu harus berusaha lebih ekstra dalam merawatnya.

Mempertahankan warna merah pada tanaman bonsai kelapa gading merah adalah hal yang paling sulit ketika merawatnya. Kamu harus menggunakan pupuk dalam jumlah banyak untuk mempertahankan warna merahnya. Jika tanaman bonsai kelapa gading merah kekurangan zat yang terkandung di dalam pupuk, warnanya akan menjadi hijau seperti tanaman bonsai kelapa biasa.

Jenis tanaman kelapa gading susu memiliki warna putih dan sering tumbuh di wilayah subtropis. Selain dapat dijadikan bonsai, kelapa gading susu juga sering diletakkan di taman sebagai pengganti pohon palem. Jenis kelapa albino juga memiliki warna putih layaknya kelapa gading susu. Bedanya, warna putih kelapa albino terlebih lebih terang.

Setelah mengetahui masing-masing karakteristik dari jenis kelapa yang bisa dijadikan bonsai, sekarang kamu harus menentukan pilihan jenis kelapa mana yang ingin kamu buat bonsai.

2. Memilih Bibit Kelapa

Jika sudah menentukan pilihan, selanjutnya kamu harus mencari dan memilih bibit kelapa untuk dijadikan tanaman bonsai.

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan sesuai harapan, bibit yang bagus dan berkualitas sangat diperlukan. Bibit kelapa yang bagus dan tepat untuk dibuat bonsai adalah bibit kelapa yang sudah tua. Karena kelapa tua yang sudah berumur akan menghasilkan tunas baru lebih cepat.

Sebaiknya kamu mengambil bibit secara langsung dari pohonnya. Bibit yang jatuh ke tanah dikhawatirkan mempunyai cacat sehingga dapat mempengaruhi hasil bonsai kamu nantinya. Selain itu batok kelapanya juga pasti lebih rentan karena benturan ketika jatuh.

Pilih bibit dengan ukuran yang tidak besar, tidak juga kecil. Yang harus kamu perhatikan adalah bibit dengan akar yang kuat dan besar.

3. Menentukan Posisi Batok Kelapa

Menentukan posisi batok kelapa

Cara membuat bonsai kelapa cabang dua adalah menentukan posisi batok kelapa. Agar pertumbuhan kelapa menjadi lebih optimal, maka kamu perlu menempatkan batok kelapanya di posisi yang pas karena batok merupakan tempat awal pertumbuhan kelapa.

Pertama-tama letakkan bibit kelapa yang masih belum memiliki tunas di tanah yang mempunyai unsur hara dan air yang banyak. Jika dilakukan dengan benar, maka tunas baru akan tumbuh kurang lebih dalam waktu 1 hingga 2 minggu.

Setelah itu, letakkan batok kepala dengan posisi vertikal. Selanjutnya batok akan dikelilingi oleh akar. Kamu juga bisa meletakkan batok kelapa secara horizontal, ini akan menghasilkan bentuk bonsai kelapa yang mirip seperti rumah siput.

4. Bersihkan Sabut Kelapa

Proses pembersihan sabut kelapa

Pada saat tunas baru sudah muncul, maka yang harus kamu lakukan selanjutnya adalah membersihkan sabut kelapanya. Bersihkan sabut kelapa dengan cara menyayat atau mengupas batok kelapa. Kupas batok kelapa dengan sayatan-sayatan bujur yang mengitari batok. Ini adalah cara menyayat batok kelapa yang benar. Namun, pastikan kamu tetap berhari-hari agar tidak mengenai akar dan tunas baru. Kupas semua sabut kelapa yang menempel di batoknya.

5. Bersihkan Bulu Halus Batok Kelapa

Proses pembersihan bulu halus batok kelapa

Setelah selesai mengupas sabut kelapa, selanjutnya kamu masih harus membersihkan bulu halus yang menempel pada batok. Kamu bisa menghilangkan bulu halus menggunakan pisau sampai batok kelapa benar-benar bersih. Jika ingin membuat penampilan yang lebih bagus lagi, kamu bisa menggunakan amplas untuk menghaluskannya.

6. Menyiapkan Media Tanam

Menyiapkan media penanaman bonsai kelapa

Cara membuat bonsai kelapa yang selanjutnya adalah mempersiapkan media tanam. Untuk membuat media tanam bonsai kelapa, sediakan pot dengan ukuran sesuai ukuran kelapa, setidaknya dapat menampung batoknya. Kemudian isi pot tersebut dengan campuran tanar, air, pupuk kandang dengan komposisi perbandingan 2:1:1.

Setelah pot terisi campuran media tanam, sekarang siapkan botol air bekas untuk menutup tunas kelapa. Perkembangan akan lebih cepat jika bagian tunas kelapa ditutup. Potong botol air bekas pada bagian atas dengan tinggi sekitar 5 cm.

7. Proses Penanaman

Proses penanaman bonsai kelapa

Sekarang masukkan batok kelapa yang sudah bertunas ke dalam pot yang sudah terisi media tanam. Tanam bonsai kelapa dengan pelan-pelan, posisikan batok kelapa agar miring. Pastikan jangan sampai akarnya terputus ketika melakukan proses penanaman.

8. Membentuk Bonsai Kelapa

Sekarang saatnya kamu membentuk bonsai kelapa kamu. Pertama-tama sayat bagian tunas paling bawah ketika bibit sudah tumbuh 15 hingga 20 cm. Jangan sampai tunas muda terkena sayatan karena bisa membuatnya busuk. Lakukan penyayatan minimal 3 kali sehari, tambah frekuensi penyayatan untuk hasil yang lebih maksimal.

Cara membentuk akar bonsai kelapa adalah dengan mengikatnya menggunakan tali atau kawat. Kamu bisa mendapatkan bentuk yang menarik dan indah jika menggunakan cara ini. Ikatan yang kamu buat tadi akan menarik arah pertumbuhan ranting tanaman bonsai kelapa. Kamu juga bisa mengaitkan ujung ranting ke pangkal batang.

Potong juga bagian ranting yang memang tidak diinginkan. Pemotongan ranting biasa dibuat mendatar atau melengkung ke dalam batang.

9. Cara Merawat Bonsai Kelapa

Sampai langkah ini sebenarnya kamu sudah berhasil membuat tanaman bonsai kelapa, namun tentu saja kamu juga harus merawatnya. Cara merawat bonsai kelapa cukup mudah. Kamu hanya perlu menyiraminya sehari sekali, pada saat pagi atau sore hari.

Tapi, ketika musim kemarau tiba kamu harus lebih sering menyiraminya agar tanaman tidak kekeringan. Selain melakukan penyiraman, sebaiknya berikan juga pupuk setiap 15 hari sekali. Pakai juga insektisida atau herbisida untuk mencegah serangan hama dan penyakit. Tanaman bonsai kelapa dengan nutrisi yang memadai akan tumbuh lebih cepat dan berbuah.

Itulah cara membuat bonsai kelapa mini dari awal yang bisa kamu lakukan di rumah sebagai pemula dari admin Sudutkebun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *