Apakah kamu pernah mendengar suara burung kandasih? Burung kandasih merupakan burung endemik di Indonesia yang memiliki suara khas dan merdu. Burung ini juga sering disebut dengan nama burung kacep atau cikrak daun.
Deskripsi Burung Kandasih
Burung kandasih memiliki panjang tubuh sekitar 16-17 cm dan berat tubuh sekitar 16-20 gram. Bulu burung ini berwarna coklat kekuningan dengan garis-garis hitam pada bagian punggung dan sayap. Burung kandasih juga memiliki paruh yang kecil dan ramping, serta kaki yang kuat untuk menopang tubuhnya saat bertengger di atas ranting pohon.
Burung kandasih hidup di hutan-hutan dataran rendah dan perbukitan, serta seringkali ditemukan di pepohonan yang tingginya mencapai 1000 mdpl. Burung ini termasuk dalam keluarga Muscicapidae dan memiliki nama latin Copsychus saularis.
Ciri Khas Suara Burung Kandasih
Salah satu hal yang membuat burung kandasih terkenal adalah suaranya yang merdu dan khas. Suara burung kandasih terdiri dari beberapa jenis kicauan, antara lain trill, whistle, dan chirp. Suara burung kandasih yang paling terkenal adalah kicauan trill-nya yang panjang dan terdengar seperti deretan nada yang terus berulang.
Suara burung kandasih juga seringkali dijadikan sebagai masteran oleh para penggemar burung kicauan. Burung kicauan yang dilatih dengan suara burung kandasih biasanya mampu menghasilkan kicauan yang lebih merdu dan bervariasi.
Makanan Burung Kandasih
Burung kandasih termasuk burung pemakan serangga dan buah-buahan kecil. Serangga yang menjadi sumber makanan utama burung kandasih antara lain jangkrik, belalang, dan ulat. Sedangkan buah-buahan kecil yang dikonsumsi oleh burung kandasih antara lain buah ara, buah jambu, dan buah anggur.
Burung kandasih biasanya mencari makan di atas pepohonan dengan cara melompat-lompat dari satu cabang ke cabang lainnya. Burung ini juga seringkali terlihat mengejar serangga yang terbang di sekitarnya.
Perilaku Burung Kandasih
Burung kandasih termasuk burung yang aktif pada pagi dan sore hari. Pada siang hari, burung ini lebih sering bertengger di atas ranting pohon atau tempat yang tinggi untuk beristirahat dan menghindari terik matahari.
Di alam liar, burung kandasih biasanya hidup soliter atau berpasangan. Burung jantan seringkali terlihat mengepakan sayapnya dan mengeluarkan kicauan untuk menarik perhatian burung betina. Setelah berhasil menarik perhatian burung betina, burung jantan akan membuat sarang dari rumput kering dan daun-daun untuk tempat bertelur.
Perlindungan Burung Kandasih
Burung kandasih termasuk burung yang dilindungi di Indonesia berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Burung ini juga masuk dalam daftar merah IUCN sebagai spesies yang rentan terhadap kepunahan.
Perlindungan burung kandasih dilakukan dengan cara menjaga habitat aslinya agar tetap lestari dan tidak rusak. Selain itu, upaya pengawasan dan penegakan hukum juga dilakukan untuk menghindari perburuan liar dan perdagangan ilegal burung kandasih.
Kesimpulan
Itulah tadi beberapa informasi mengenai burung kandasih, mulai dari deskripsi fisik, suara khas, makanan, perilaku, hingga perlindungan. Burung ini memang memiliki keistimewaan tersendiri, terutama dalam hal kicauan yang merdu dan bervariasi.
Bagi para penggemar burung kicauan, suara burung kandasih bisa menjadi pilihan masteran yang menarik untuk dilatihkan. Namun, kita juga harus tetap menghargai alam dan memperhatikan upaya konservasi agar burung kandasih tetap bisa hidup di alam liar dengan bebas dan aman.
Suara Burung Kandasih
